jason mraz

Rabu, 17 Desember 2014

Seni Banten



APA SAJA SIH KESENIAN YANG BANTEN MILIKI?


Banten merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia. Sebagai provinsi yag masih muda, tentu akan dihadapkan pada masalah-masalah mendasar, mualai bagaimana menata organisasi pemerintahan daerah yang efisien dan efektif, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, sampai kepada bagaimana mengenali dan mengali potensi yang masih tersimpan di Banten.
Potensi seni budaya Banten sangat kaya dan memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya. Namun semua potensi budaya Banten itu belum tentu dapat menari masyarakat luar dan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan dan nilai diri masyarakat Banten secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan salah satu penyebabnya ialah belum maksimalnya penggalian dan promosi seni budaya Banten dalam pembangunan kepariwisataan baik nasional maupun internasional.
Berikut adalah kesenian tradisional Banten:
1.      DEBUS
Debus merupakan pencak silat yang berhubungan dengan ilmu kekebalan sebagai refleksi sikap masyarakat Banten untuk mempertahankan diri. Debus sejenis kekebalan yang dimiliki oleh seseorang terhadap benda tajam. Debus merupakan kekuatan gaib atau ajaib yang tahan terhadap benda tajam, tusukan, pukulan, dan dibakar oleh api.
Kesenian debus merupakan kesenian yang bersifat religious. Hal ini ditandai dengan adanya doa-doa yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an. Kesenian debus ini berkembang di Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang terutama di Kecamatan Walantaka dengan tokohnya M. Idris, Kecamatan Curug dengan tokohnya Umor, di Kecamatan Cikande dengan tokohnya H. Renam dan di Kecamatan Ciruas dengan tokohnya H. Ahmad.
2.      ANGKLUNG BUHUN
Angklung Buhun berarti angklung tua, kuno atau baheula yang dalam arti sebenarnya ialah kesenian pusaka. Dinamakan buhun, karena kesenian ini sudah lama sekali sekitar 18 abad yang lalu. Angklung Buhun merupakan kesenian masyarakat Baduy dan mempunyai arti penting bagi penyambung amanat untuk mempertahankan generasi orang Baduy.

3.      DOGDOG LOJOR
Dogdog lojor diambil dari dua kata, dogdog berarti bedug atau alat musik yang terbuat dari batang kayu bulat, yang ditengahnya dibuat rongga, kedua ujung ruas itu tidak sama, alat ini memiliki panjang sekitar 90 cm. bila alat musik itu dipul=kul maka akan terdengar bunyi dogdog dalam telinga orang Sunda. Oleh karena itu alat ini disebut dogdog. Kata lojor mirip dengan lonjong atau lodor yang artinya panjang. Jadi dogdog lojor artinya dogdog panjang.
4.      BELUK
Beluk berasal dari kata ba dan aluk. Ba artinya besar dan aluk artinya gorowok, atau dengan kata lain aluk itu merupakan pemberitahuan kepada tetangga sekampung. Dalam kenyataannya Beluk merupakan sajian sekar berirama bebas atau sekar irama merdeka yang menggunakan dinakmika dengan ornamen-ornamen dalam surupan tinggi, sehingga berliku-liku atau meluk
5.      PATINGTUNG
Kata Patingtung dapat diuraikan menjadi tiga buah suku kata, yaitu: pa ting tung yang berasal dari Pak suara gendang kulanter atau Talipak (kendang kecil yang diberdirikan), Ting suara gendang Talipung (kendang kecil yang dibaringkan) dan Tung adalah suara kendang atau bedug yang besar (Nenok, 2000:15).
Seni Patingtung gerak dasarnya didominasi oleh gerakan pencak silat, mulai dari gerakan pembukaan sampai penutupan. Oleh karena itu Seni Patingtung identik dengan pencak silat. Seni Patingtung biasanya disajikan baik secara tunggal, durt, maupun kelompok yang kadang-kadang diselingi seni tari yang atraktif seperti tari piring atau debus.
6.      RUDAT
            Secara etimologis rincian istilah rudat belum ditemuka secara jelas, namun menurut Iyus Rusyana istilah ini bisa dicari dari bahasa Arab Rudatun yang artinya taman bunga, dalam hal ini berarti bunganya pencak. Seni rudat merupakan paduan seni gerak dan vokal diiringi tabuhan ritmis dari waditra sejenis terbang. Syair-syair yang terkandung dalam nayanyiannya bernafaskan keagamaan yaitu puji-puji yang mengagungkan Allah.
7.      SENI DZIKIR SAMAN
            Seni saman adalah sejenis kesenian tradisional rakyat Banten yang menggunakan media gerak tari dan lagu (vokal) dan dalam pengungkapannya mengandung unsur kegembiraan dan bernafaskan keagamaan. Seni saman disebut juga dzikir maulud karena syair-syair yang dilantunkan mengandung unsure-unsur mengagungkan Allah dan pujian kepada nabi Muhammad SAW yang terkumpul dalam sebuah kitab “Berjanji” atau sejarah lahir Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sebutan dzikir saman karena dzikir tersebut dicetuskan oleh seseorang bernama Syekh Saman dari Aceh, bahkan dalam beberapa literature disebutkan mengapa disebut dzikir saman, karena sesuai dengan artinya saman adalah delapan dengandemikian merupakan tarian yang awalnya ditarikan delapan orang.
8.      SENI TERBANG GEDE
            Ada beberapa versi yang menjelaskan pengertian kesenian terebang, namun dari tiap versi memiliki maksud yang sama. Versi itu diantaranya menyatakan “Terbang merupakan waditra dengan media kulit dan kayu yang berbentuk silinder berdiameter antara 10-15 cm, sejenis rebana” (Atik Sopanti, 1985-1999).
            Menurut Departemen Pendidikan Nasional (1977, h. 160) Terbang Gede merupakan suatu kesenian tradisional di daerah Banten dan merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang pada waktu penyebar agama Islam menyebarkan agama baru di kalangan masyarakat.
9.      NGABEDUG
            Istilah Ngabedug berasal dari kata “bedug”, yaitu sebuah alat yang digunakan terutama untuk menunjukkan awal waktu shalat lima waktu. Bedug di daerah Banten, berbeda dengan bedug di daerah lainnya. Perbedaan waditra bedug di Banten menimbulkan juga perbedaan antara “ngabedug” di Banten dengan misalnya – “ngadulag” di Priangan. Ngabedug di Banten menggunakan tiga waditra (bedug kecil, bedug besar, dan tong trong), sementara Priangan hanya dua, yakni bedug dan kohkol. Kalaupun tiga, biasanya ditambahkan memukul kaleng atau yang sejenisnya.
10.  TEATER UBRUG
            Istilah Ubrug dalam Kamus Basa Sunda mengandung arti sebagai bangunan darurat tempat bekerja sementara untuk beberapa hari saja, misalnya untuk kepentingan hajatan atau pesta. Mungkin saja di masa lalu pemain ubrug suka berpindah-pindah tempat dan membuat bangunan sementara ketika mereka mengadakan suatu pertunjukan. Orang kemudian menyebutnya sebagai pemain ubrug, yakni pemain yang tinggal di tempat darurat. Ubrug merupakan terater rakyat khas daerah Banten yang mengandung unsur lakon atau cerita yang didukung oleh unsur-unsur karawitan, , banyolan, tari dan jajawaraan.
11.  QASIDAH
            Dalam bahasa Arab, qasidah berarti “lagu”. Tetapi secara istilahi, qasidah adlah sejenis lagu dan musik islami, bahkan merujuk pada sebuah grup kesenian dengan beberapa buah rebana dan sebuah kercrek sebagai waditranya. Lagu-lagu dalam qasidahan bukanlah sebuah seni belaka yang hanya patut diperdengarkan, meainkan juga megandung unsur da’wah Islam.
12.  MARHABA RAKBI
Istilah “Marhaba” merupakan Bahasa Arab, yang berarti “Selamat Datang”, tapi mengandung makna yang lebih mendalam.  Dalam kata “Marhaba” terkandung ungkapan rasa gembira atas kedatangan seseorang.
Upacara Marhabaan menyebar luas di hamper seluruh Indonesia. Tapi upacara Marhabaan di daerah Banten memilki corak lagu yang khas, dan yang paling popular adalah Marhaba Rakbi.
13.  SENI GAMBANG KROMONG
           Seni Gambang Kromong adalah seni tradisional yang berakar dari seni tradisional Cina dengan menggunakan instrumen berbentuk gambang yang terbuat dari belahan-belahan kayu yang jumlahnya 18 buah, dan Kromong merupakan instrumen pukul yang berbentukmirip boning Jawa.
14.  TARI COKEK
           Menurut Ensiklopedi Musik Indonesia (1979/1980:96) Cokek adalah suatu bentuk pernyataan musik khas Betawi (Jakarta), berupa kesenian nyanyi dan tari dilakukan oleh pemain-pemain wanita. Padda zaman dulu, yang menari adalah perempuan-perempuan yang menjadi budak belia. Mereka rambutnya berkepang dan mengenakan baju kurung.
15.  TAYUBAN
           Ronggeng Tayuban adalah kesenian yang menggunakan ronggeng sebagai pengibing dan bisa ngibing bersama dengan penonton yang diiringi tabuhan gamelan, yang dalam proses pementasannya ada yang disebut kawitan, baksa dan soderan.
16.  SENI YALAIL
           Yalail atau buka pintu merupakan seni suara atau lagu yang dikumandangkan oleh sekelompok orang dalam upacara pernikahan. Yalail merupakan salah satu rangkaian upacara adat dalam resepsi pernikahan yang sangat dipengaruhi oleh Islam. Lagu yang dinyanyikan berbahasa Arab yang diawali dengan kata ya lail. Oleh karena itu upacara ini dinamakan dengan yalail yang artinya ya… malam.
17.  TOPENG BANJET
           Mengenai kata “Banjet” iu sendiri, menurut sepengetahuan tokoh-tokoh kesenian Topeng Banjet, pada mulanya muncul di daerah Cilamaya, Pamanukan dan di daerah pesisir timur lainnya. Kesenian Topeng Banjet di Banten sama dengan Topeng Banjet yang di Karawang, karena memang Karawang adalah tempat asal Topeng Banjet.
           Kesenian Topeng Banjet merupakan bentuk kesenian tradisional dengan jenisnya termasuk seni pertunjukkan rakyat atau dapat dimasukkan juga kedalam benuk teater tradisional. Lebih khusus lagi kesenian Topeng Banjet dapat didefinisikan sebagai seni pertunjukan rakyat yang diawali lawakan atau pelawak dengan Topeng Banjet diteruskan dengan pertunjukkan seni drama tradisional.
18.  KUDA LUMPING
           Kuda Lumping merupakan sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang menggunakan kekuatan magis dengan waditra utamanya berupa kuda-kudaan yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi yang telah dikeringkan atau terbuat dari anyaman bambu yang diberi motif atau hiasan dan direka seperti kuda.
           Puncak kesenian kuda lumping adalah ketika pada penari itu mabuk, mau makan apa saja termasuk yang berbahaya dan tidak bisa dimakan manusia (misalnya beling, kaca dan rumput) dan berperilaku seperti binatang (misalnya ular dan monyet).
19.  SENI BENDRONG LESUNG
           Bendrong Lesung adalah seni musik yang menggunakan lesung dan alu. Lesung dan alu adalah peralatan yang digunakan masyarakat sebelum ada mesin penggiling padi untuk menumbuk padi menjadi beras atau menumbuk beras menjadi tepung.
           Pertunjukan Seni Bandrong Lesung dapat dikatakan seni rakyat yang sangat sederhana apabila dilihat dari alat music yang digunakannya, yaitu hanya menggunakan lesung dan alu. Penumbukan padi ini dilakukan oleh ibu-ibu secara beramai-ramai antara 6 orang sampai 10 orang dan setiap orang masing-masing memegang alu.
20.  RAMPAK BEDUG
           Rampak Bedug dapat dikatakan sebagai pengembangan dari seni bedug ngabedug atau ngadulag. Bila ngabedug dapat dimainkan oleh siapa saja, maka rampak bedug hanya bisa dimainkan oleh para pemain professional. Rampak bedug bukan hanya dimainkan di bulan Ramadhan, tapi dimainkan juga secara professional pada acara-acara hajatan (khitanan dan pernikahan)dan di hari-hari peringatan kedaerahan bahkan nasional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar